Tidak ucapkan SELAMAT, bukan berarti kalian bukan KANCA ku

Iya betul, saya tidak ucapkan selamat-selamatan pada kalian, teman-teman ku yang sedang Natalan. Tentu aku menuruti ulama ku daripada sekedar ingin terlihat toleran dan membuat hati kalian senang.

Sama sebagaimana kalian taat pada pastor/pendeta yang mengingatkan kewajiban orang beriman dan jadi pegangan kalian, maka Fatwa MUI juga jadi pegangan Muslim di Indonesia. Dimana di MUI ini berkumpul ulama-ulama kami dari NU, Muhammadiyah, dll, yang sudah terbukti dan teruji ketaatan dan keilmuannya.

Masa kalian ingin saya sebagai teman kalian jadi pembangkang perintah Ulama? Tentu tidak kan? Sebagaimana saya tidak inginkan kalian membangkang perintah pendeta/pastor.Saya mendoakan kalian sekeluarga berbahagia, sehat selalu, hari ini dan hari-hari mendatang dan pertemanan kita serta kebersamaan kita yang erat dalam berkarya bagi masyarakat untuk turut berkontribusi bagi kemajuan Bangsa terus terjalin erat. Itu jauh lebih penting dari sekedar menunggu ucapan selamat saya kan?

Dikeyakinan saya, sunatullah perbedaan itu akan selalu ada, tapi lebih baik kita cari persamaan dalam berkarya untuk bangsa ini, daripada sibuk mencari perbedaan-perbedaan.

Iman Islam yang sebenarnya adalah meyakini hanya Islam lah Agama yang benar dan Allah ridho pada yang mengimaninya. Dan iman Islam yang benar tidak mengajarkan memusuhi orang yang masih belum beriman dalam Islam, tapi mengajarkan terus mendakwahi dengan cara-cara yang baik, dari perilaku, dari perbuatan-perbuatan baik.

Iman Islam yang benar, bukan juga yang mengajarkan mengakui agama selain Islam sama benarnya. Bagi yang memiliki ilmu tentu paham bahwa dalam 2 hal atau lebih yang berbeda di konteks yang sama, tentu hanya satu yang benar. Saya yakin dalam konteks keimanan Kristiani juga demikian, sangat (dan harus) meyakini hanya ajaran Kristiani yang benar.

Oleh karenanya dalam keimanan yang kita yakini masing-masing, mari saling menghargai, saling hormati, saling respek.

Bagiku agamaku, bagi mu agama mu, itu saja cukup untuk membangun toleransi diantara kita.

Dan awak mu tetap kanca ku !!!*

Semangat !!! Mari bergandengan majukan Indonesia !!

Surabaya, 25 Desember 2016.
Ferry Koto
www.sejutaumatmendukung.org

Ferry Koto

Seorang Usahawan, Memimpikan Indonesia Yang Berdaulat, Yang bergotong Royong untuk Mandiri dan Bermartabat

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *