AHOK GUBERNUR 3M Marah | Maki | Menuduh

Ukuran : 14 x 21 cm
Kertas Bookpaper
Cover Art Carton Full Color

Penulis : Ferry Koto
Editor : Iwan Setia
Tata Letak : Iwan Setia
Sampul : Mohammad Noorrachman
Facebook : ferrykoto
Twitter : @ferrykoto

Diterbitkan Oleh:
Diandra Kreatif
(Kelompok Penerbit Diandra)

Anggota IKAPI
Jl. Kenanga No. 164
Sambilegi Baru Kidul, Maguwharjo, Depok, Sleman Yogyakarta Telp. (0274) 4332233, Fax. (0274) 485222
E-mail: diandracreative@gmail.com
Fb. DiandraCreative SelfPublishing dan Percetakan
twitter. @bikinbuku
http://www.diandracreative.com

Cetakan 1, November 2016

Yogyakarta, Diandra Krreatif, 2016

vi + 145; 14 x 21 cm

ISBN:978-602-336-317-9
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Copyright © 2016 by Ferry Koto

Harga Rp50.000,- Belum termasuk ongkos kirim

Untuk Pemesanan Hubungi :
Ibu Dian/Jeany
email ke fren247@gmail.com
atau
via Tokopedia di
Buku: Ahok Gubernur 3M
atau
via Penerbit Diandra
Buku: Ahok Gubernur 3M

Untuk mendapatkan E-book silahkan klik link ini


Sinopsis “Ahok Gubernur 3M, Marah-Maki-Menuduh” 

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah Jokowi, Gubernur periode 2012-2017, meninggalkan kursi Gubernur karena terpilih sebagai Presiden dalam Pilpres 2014. Boleh dikata Ahok mendapat lungsuran jabatan Gubernur DKI dari Jokowi.

Marah-marah menjadi style Ahok dalam merespon persoalan, tidak peduli siapa yang sedang dia hadapi. Bukan hanya PNS DKI yang dimarahi oleh Ahok, bahkan seorang wartawan yang sedang menjalankan tugas juga pernah disemprot Ahok.Sebagai Gubernur arogansi Ahok sangat luar biasa, hanya dia sajalah menurutnya yang paling benar, orang lain dianggap salah. Banyak pihak diajak “ribut”, walau dalam persoalan yang diributkan sesungguhnya Ahok yang keliru atau salah.

Selain sifatnya yang suka marah, suka naik darah, yang lebih memprihatikankan Ahok sangat sering mengumbar makian di depan publik.  Kata-kata tolol, bego, bangsat, (maaf) taik, bajingan, dan lainnya yang tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabatsering meluncur dari mulut Ahok.

Selain suka mengumbar marah dan makian didepan publik, Ahok juga memiliki kegemaran menyalahkan pihak lain. Ahok kerap menuduh, mencari kambing hitam atas sebuah persoalan yang sedang dia hadapi. Kebiasaan menuduh sana-sini, mencari kambing hitam telah menjadi trademark Ahok, sehingga bila ada sebuah peristiwa di Jakarta, netizen akan mengolok“sebentar lagi akan ada kambing hitamnya”.

Banyak pihak yang tadinya respek pada Ahok, kaget, terperanjat dengan style Ahok yang suka marah, maki dan menuduh ini. Apakah ini sifat asli Ahok?

Ada sebuah ungkapan “berilah orang kekuasaan untuk tahu sifat aslinya”, dan nampaknya Ahok menunjukan sifat aslinya saat dia memimpin DKI Jakarta.

Di buku ini anda akan menemukan berbagai hal yang saya kritisi dari stye dan kebijakan Ahok di DKI. Dan semuanya mengarah pada sebuah kesimpulan;Ahok Gubernur 3 M, seorang Gubernur dalam sejarah DKI yang lebih suka Marah, Maki dan Menuduh dibanding mengutamakan terlebih dahulu mengatasi persoalan dan mencari solusi.

Ferry Koto

Seorang Usahawan, Memimpikan Indonesia Yang Berdaulat, Yang bergotong Royong untuk Mandiri dan Bermartabat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *