Jakarta Terendam Ahok Salahkan PLN

Ini adalah salah satu Tulisan di buku “Ahok Gubernur 3M; Marah-Maki-Menuduh”, untuk mendapatkan buku ini, silahkan klik disini.

Pada 9-10 Februari 2015, beberapa wilayah Jakarta terendam banjir, salah satu lokasi yang paling parah adalah di daerah Pluit, Jakarta Utara. Daerah Pluit terendam cukup tinggi selain disebabkan tingginya curah hujan juga diperparah dengan tidak bekerjanya Pompa di waduk Pluit. Dampaknya istana juga terendam.

Ahok marah besar dan menyalahkan PLN sebagai penyebab banjir dan melaporkan PLN ke Presiden Jokowi[1]. Ahok beralasan, banjir tidak mungkin terjadi jika PLN tidak memadamkan Listrik di daerah sekitar Pluit yang mengakibatkan Pompa Air di Waduk Pluit tidak dapat bekerja.

Tuduhan Ahok inilah yang kemudian membuat @ferrykoto membuat twit ini. Sebagai seorang Sarjana Teknik Elektro, @ferrykoto sangat paham kenapa PLN harus mematikan Listrik disekitar waduk Pluit saat banjir.


Pak Ahok, saya sesungguhnya senang dengan gaya kepemimpinan anda yang bersemangat. Tapi soal dimatikannya Listrik di kawasan sekitar waduk Pluit mohon bapak belajar lagi. Ada yang salah dalam kebijakan Pemprov DKI dalam memilih sumber daya untuk pompa di waduk Pluit, bahasa masyarakat awam, mungkin juga yang bapak pahami, sumber daya itu namanya Listrik.

Pak Ahok, jika kebijakan dan pemahaman anda yang keliru tidak diperbaiki, maka persoalan Pompa ini tidak akan selesai. Pompa di waduk Pluit itu adalah Emergency Tools (peralatan untuk kondisi darurat). Karena Emergency Tools maka sumber dayanya haruslah berasal dari Emergency Sources[2] (sumber daya dalam kondisi darurat).

Pak Ahok, akan sangat riskan dan beresiko jika sumber daya untuk Pompa di Waduk Pluit tersebut berasal dari sumber yang tidak disiapkan untuk kondisi darurat. Listrik PLN bukan sumber daya untuk kondisi darurat, tapi sumber daya yang disiapkan untuk kondisi normal.

Pak Ahok, untuk diketahui, Listrik PLN itu terhubung dengan jaringan terintegrasi yang luas dan melayani berbagai titik yang saling terhubung. Listrik disatu titik akan mempengaruhi titik yang lain. Matinya Listrik disatu titik bisa berdampak kepada titik lain. Oleh karena itulah Listrik PLN tidak bisa diandalkan untuk kondisi darurat, itu pengetahuan dasar.

Pak Ahok, makanya design Pompa Emergency yang benar adalah menggunakan sumber listrik Independen, bukan yang bersumber dari listrik PLN.

Kenapa harus dari sumber listrik Independen? Karena saat terjadi bencana, bisa jadi Listrik PLN juga terkena dampak, misal diputus, atau putus karena tiang distribusi rubuh atau terjadi shutdown, dan kemungkinan buruk lainnya.

Pak Ahok, banjir Jakarta salah satu buktinya. Listrik PLN harus diputus disekitar wilayah waduk Pluit karena darurat[3]. Itu merupakan SOP pengelolaan distribusi listrik PLN dimanapun, untuk menghindari resiko yang lebih besar.

Pak Ahok, anda keliru besar jika terus salahkan PLN. Justru anda harus usut siapa konsultan Pompa Pluit. Selidiki siapa yang (maaf) membodohi anda, sehingga anda menyalahkan PLN yang mematikan Listrik di kawasan Pluit saat banjir. Karena design Pompa darurat haruslah dengan sumber daya/listrik independen, itu yg benar, bukan listrik PLN. Karena sumber daya listriknya independen maka Pompa tidak akan tergantung pengoperasiannya dengan tersedia atau tidak tersedia aliran listrik dari PLN

Pak Ahok, justru listrik PLN haruslah hanya jadi cadangan atau backup daya, bukan yang utama, coba bapak tanya kesemua  konsultan, pasti jawabannya sama, Listrik PLN bukan sumber utama untuk kondisi darurat.

Pak Ahok, sumber daya independen pompa itu umumnya adalah Genset, yang menyatu dengan pompa atau dibangun tersendiri. Karena sumber dayanya independen tidak tergantung dengan jala-jala PLN, maka kapanpun dibutuhkan, Pompa siap dinyalakan.

Gambar 1. Pompa Air Independen
Gambar 1. Pompa Air Independen

Pak Ahok, nah soal Genset ini, jika bapak sudah paham, maka selidikilah siapa yang mengusulkan design Pompa Pluit tersebut. Yang mendesign Pompa benar-benar tidak faham apa itu kondisi darurat jika mereka mendesign pompa tergantung pada listrik PLN.

Pak Ahok, jika bapak sudah faham, maka pernyataan bapak di detik.com perlu koreksi[4]. Tentu jika sudah pakai Genset sebagai sumber energi utama, bukan urusan PLN lagi dalam pengoperasianya

Pak Ahok, jika sudah pakai Genset maka staff anda yang di Pluit, yang menjaga Pompa itu, yang bertanggungjawab agar pompa harus bisa beroperasi saat dibutuhkan. Jika nanti Pompa masih mati saat banjir karena tidak ada listriknya, yang ngaco bukan PLN, tapi yang mengoperasikan Genset tersebut, yaitu pegawai anda, pegawai Pemda DKI.

Pak Ahok, jadi jangan lagi salahkan PLN ya, tugas PLN itu melayani dalam kondisi normal bukan darurat. Jika bapak tidak mengerti juga, mohon lihat discleimer layanan ketersedian listrik umum/PLN, apa itu pengertian darurat.

Pak Ahok, demikian pak, mohon diperhatikan hal ini, semoga masukan ini bermanfaat, agar bapak bisa fokus atasi banjir Jakarta.

Pak Ahok, semoga bisa mengatasi banjir dan macet di Jakarta. Fokus capai itu, hindari berkonflik dan menyalahkan orang lain, pak. Atau Bapak juga bisa belajar ke Bu Risma, Walikota Surabaya, yang tidak banyak ribut menyalahkan pihak lain jika terjadi banjir di Surabaya.

Pak Ahok, selamat bekerja, demikian sedikit saran, mohon maaf jika ada salah tulis dan kata.

_________________________________

[1] Berita di Fren247.com pada tanggal 10/2/2015 dengan judul “Banjir Jakarta Karena Listrik Pompa Dipadamkan, Ahok Adukan PLN ke Presiden”. Link berita http://bit.ly/AhokSalahkanPLN

[2] Saat terjadi bencana atau kondisi darurat seperti banjir, maka dapat terjadi sarana dan prasarana tidak dapat berfungsi normal. Dalam hal Listrik, PLN akan memutuskan aliran listrik bila jala-jala atau gardu terancam terendam air. Selain alasan menghindari kerusakan pada jaringan juga demi keselamatan manusia disekitar jala-jala atau gardu agar tidak tersengat aliran listrik. Karena itulah peralatan darurat yang membutuhkan aliran listrik saat kondisi darurat, harus didesign menggunakan listrik dari sumber daya independen.

[3] PLN menjelaskan melalui media, salah satunya seperti yang dimuat cnnindonesia.com pada tanggal 10/2/2015 dengan judul “Alasan PLN padamkan Listrik Pompa Banjir Waduk Pluit”, bahwa pemadaman listrik dikawasan sekitar waduk Pluit dilakukan karena resiko gardu terendam, akan membahayakan nyawa orang. Link berita disini http://bit.ly/2akw2Aj

[4] Pada berita di detik.com tanggal 18/2/2015 dengan judul “Ahok Arahkan CSR Rp 7 Miliar dari Tahir Cs untuk Genset dan Pompa Waduk Pluit”, Ahok menyatakan bahwa PLN harus menjamin listrik tidak mati lagi setelah pemda DKI membeli Genset. Pernyataan ini menunjukan bahwa Ahok tidak paham bahwa mati-hidup Genset bukan tanggungjawab PLN, demikian juga mati-hidup lsitrik dari Genset ke Pompa Pluit. Link berita: http://bit.ly/AhokKeliruSoalListrikDiesel

Ferry Koto

Seorang Usahawan, Memimpikan Indonesia Yang Berdaulat, Yang bergotong Royong untuk Mandiri dan Bermartabat

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *