Antar Gajah Bertarung Pelanduk Mati di Tengah

Banyak diantara kita pasti sudah memahami maksud peribahasa Antar Gajah Bertarung pelanduk mati ditengah, yang bermakna, saat orang-orang besar bertarung, maka orang kecil akan menjadi korbannya.

Peribahasa tersebut dengan tepat menggambarkan realitas yang selalu terjadi dalam setiap pertarungan. Entah itu merupakan pertarungan yang terjadi ditingkat antar negara yang berupa peperangan, maupun pertarungan diberbagai tingkatan lain dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Selalu yang terjadi sesungguhnya adalah pertarungan kepentingan para Gajah, yang akhirnya membuat pelanduk-pelanduk sengsara dan menjadi korban. Dan anehnya, diantara kita banyak yang secara sadar mau berperan sebagai pelanduknya.

…. diantara kita banyak yang secara sadar mau berperan sebagai pelanduknya.

Dalam bernegara kita melihat pertarungan para elit dalam memperebutkan kekuasaan. Mereka saling berebut pengaruh, saling menjatuhkan satu dengan yang lain dan rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa tapi merasa sedang diperjuangkan nasibnya oleh para elit tersebut ikut terkotak-kotak dan menjadi pelanduk ditengah pertarungan tersebut.

Dalam organisasi kemasyarakatan, tidak jarang juga kita melihat pertarungan antar Gajah, yang kemudian menggiring para pelanduk ketengah-tengah pertarungan tersebut. Para pelanduk begitu bersemangat dalam pertarungan, hingga kemudian mereka baru tersadar, hanya jadi korban yang dimanfaatkan dan diinjak-injak oleh Gajah.

Pertanyaannya sekarang, apakah kita harus selalu menjadi pelanduk yang akan mati ditengah karena pertarungan para Gajah. Atau ada pilihan lain saat Gajah-Gajah tersebut bertarung agar kita tidak menjadi korban, tapi mengambil manfaat dari pertarungan mereka.

Kalau saya akan lebih memilih menjadi pelanduk yang tidak mau dikorbankan oleh pertarungan para Gajah, tidak mau diinjak-injak ditengah pertarungan Gajah. Dengan badan yang kecil tidak mungkin pelanduk akan selamat jika ikut dalam pertarungan Gajah,

Walau pelanduk kecil tidak mesti akalnya juga kecil. Jadilah pelanduk yang berakal banyak, biarkan Gajah bertarung, dan pertarungan Gajah kita soraki, agar mereka bersemangat, termotivasi, bertarung demi kita para pelanduk.

Dan tidak ada lagi pelanduk yang harus mati ditengah karena antar Gajah yang bertarung.

~~~~00~~~

Ditulis sambil terkantuk-kantuk, menyambut para Gajah yang akan segera bertarung ….. Hidup Pelanduk !!

Ferry Koto

Seorang Usahawan, Memimpikan Indonesia Yang Berdaulat, Yang bergotong Royong untuk Mandiri dan Bermartabat

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *